Aku anak tertua dari empat bersaudara: Jimmy, Denny, Sukma dan Uppy. Tiga cowok dan satu cewek. Dari kecil kami dibesarkan di Samarinda dengan selisih umur dengan adik-adikku Denny - 1 tahun, Sukma - 8 tahun dan Uppy - 9 tahun. Adikku yang terakhir sudah berpindah ke alam yang berbeda. Uppy meninggal ketika berumur 3 hari karena lahir prematur. Namun kami tidak menyesali, pasti ini suratan ilahi dan kami meyakini satu hari nanti Allah swt akan mempertemukan kami semua di sana.
Ceritanya dimulai ketika aku menjelang lulus SMP, aku bersiap untuk pindah sekolah ke luar kota. Saat itu Sukma yang suka nonton Superman dan maen robot-robotan masih duduk di kelas 5 SD. Sedang getol-getolnya ia membuat prakarya, tugas dari guru di sekolahnya. Menurutku karyanya cukup unik, guru ketrampilannya mengajar cara membuat prakarya dari manik.
Singkatnya, kami sudah berada di bandara Balikpapan berserta seluruh keluarga: mama, abah dan adik-adik yang turut serta. Waktu keberangkatan pun telah tiba, ada satu pengumuman agar penumpang memasuki pesawat lewat pintu yang sudah tersedia. Aku pun berdiri, pamit dan bersalaman.
Sukma, adikku memberiku kotak kecil, “Mas, ini dibawa buat Mas … ”
Aku terdiam, tidak menyangka ia menyiapkan kado kecil untukku, “Makasih, De!”.
Segera aku berbegas berjalan menuju pesawat yang sudah bersiap untuk berangkat.
Di pesawat aku buka kado kecil itu, isinya cincin manik bertuliskan huruf ‘S’ inisial nama Adikku - Sukma - dengan style logo Superman kesukaannya. Aku pasang cincin itu di jari manisku, sambil terbayang dan merindunya hatiku saat itu.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Wah, mengharukan sekali. Adiknya sayang kakak yach. Sebuah kado bukan isinya yang dinilai. Melainkan ketulusan hati dan rasa sayang si pemberi yang tidak ternilai harganya juga tidak tergantikan dengan barang apapun juga.
Okey deh untuk yang lagi kangen sama adik tercinta, moga bisa cepat berkumpul bersama lagi.