Cara Mengatasi Banjir

Cara mengatasi Banjir. Di awal tahun 2016, akhir Januari, saya menemani orangtua berobat keluar kota. Mama yang berobat, karena pandangannya seperti terlihat double jika melihat satu benda. Setelah operasi, Alhamdulillah pandangan mata mama membaik. sekarang cek mata mama untuk kedua kalinya, setelah operasi di bulan November 2015.

Waktu menunggu di ruang tunggu dokter mata, abah, mama dan pasien lain sedang mengobrol berbagi pengalaman seputar mata dan pengalaman lainnya. Saya membaca whatsapp  ‘bubuhan 88’, kalau dalam bahasa Indonesia berarti grup 88, salah satu grup alumni saya ketika di SD Muhammadiyah Samarinda.

Ada yang sharing tentang banjir yang terjadi di beberapa titik di kota Samarinda. Banjir ini sepertinya dari tahun ke tahun kalau kita perhatikan tidak kunjung membaik. Bahkan lebih parah dan terjadi dimana-mana. Kalau sudah banjir banyak kerepotannya. Dimulai dengan repotnya membersihkan rumah atau lantai pasca banjir, repotnya habis waktu di jalan karena tidak bisa lewat, jalan macet dan kerepotan lainnya. Rasanya belum banyak yang memberikan solusi bagaimana Cara mengatasi Banjir ini. Foto-foto mulai disharing oleh teman-teman saya. Dan satu tempat yang berdekatan dengan lokasi rumah orang tua saya tinggal. Informasi ketinggian pun mulai diinfokan.

Tak berapa lama, ada telpon dari rekan ayah saya, “PAK, Rumah Banjir!”, teriak dari  ujung telpon sana karena panik. Kami hanya bisa diam, sambil berdoa.

Karena kami sedang berada di luar kota yang bisa kami lakukan hanya berdoa dan pasrah. Semoga hujan segera reda. Bagaimana cara mengatasi banjir ini bisa dengan tuntas dan tidak bisa dilakukan hanya sendiri di satu rumah, tapi harus bersama-sama dengan tetangga bahkan seluruh masyarakat di kota Samarinda.

Cara Mengatasi Banjir #1 Membuat Lubang Biopori

cara mengatasi banjir dengan biopori
cara mengatasi banjir – biopori

Cara yang memungkinkan saat ini adalah dengan membuat lubang biopori. Lubang biopori ini bisa dibuat dalam satu halaman rumah. Bayangkan saja kalau di setiap rumah membuat lubang biopori sebanyak 10 titik. Masing-masing lubang setinggi 1 meter. Kalau seluruh rumah di Samarinda membuat titik yang sama, yakin, banjir insya Allah bisa teratasi.

Lubang biopori yang dibuat sedalam 1 meter dengan diameter 10 cm, dapat menampung kurang lebih 0,33 m2. Jadi kalau kita buat lubang sebanyak 3 titik setiap rumah dapat menampung 1 m2. Bayangkan jika seluruh rumah membuat lubang biopori ini dengan lebih dari 3, 6, 9 lubang dst, akan menjadikan genangan air dapat kita hindari. Otomatis banjir pun tidak terjadi.

 

Untuk itu saya mengajak kepada siapapun yang ada di kota Samarinda, jika ingin berpartisipasi membuat lubang biopori ini, kita bisa wujudkan sama-sama.

Sebagai langkah awal, saya akan coba memesan alat pelubang biopori ini dan dikirim ke Samarinda. Saya mulai dari tempat orangtua saya di Voorfo Samarinda. Kemudian kita akan himbau ke pak RT untuk mewajibkan warganya membuat lubang ini, dengan alat yang sudah disiapkan.

Cara Mengatasi Banjir #2 Biaya-Biaya

cara mengatasi banjir paralon bioporiUntuk membuat lubang biopori, diperlukan biaya-biaya seperti berikut ini:

  • Jika dikerjakan sendiri, per lubang gratis. Jika melalui jasa tukang, untuk satu hari biasanya dihasilkan 3-5 lubang. Kisaran pengerjaan tukang Rp 120rb – Rp 150rb per/hari
  • Agar lubang yang dibuat tidak mudah tergerus dengan air, sebaiknya diselipkan pipa paralon. Satu paralon seharga Rp 80rb, bisa untuk 4 lubang biopori. Sedangkan tutupnya Rp 10rb per lubang.

#SedekahBiopori

cara mengatasi banjir resapan bioporiJika rekan-rekan ada yang ingin berpartisipasi menyumbang untuk pengadaan alat biopori ini, silakan hubungi wa saya di 0816625923. Mo berdonasi 10 ribu setiap warga pun boleh, nanti kalau sudah ada sekitar 19-20 warga, insya Allah sudah tertutup biaya pengadaan alat bor biopori ini, salah satu solusi cara mengatasi banjir.

Hasil dari penggalangan ini akan kita distribusikan ke beberapa titik yang ada di kota Samarinda. Kita nanti akan buatkan list biopori ini akan dikirim ke mana dan bisa dipinjam di alamat mana. Biopori ini bisa dipakai sekali, setelah selesai bisa diedarkan lagi ke halaman rumah yang lain, begitu seterusnya.

Kalau kita cek di internet ada yang menjual alat biopori ini kisaran 140rb-185rb. Kami membelinya Rp 150rb. Belum kami kirim ke Samarinda (Insya Allah hari ini, 20 Juni 2016, red) estimasi via pos 40rb.

Yuk, kita wujudkan Samarinda (dan kota-kota lain), bebas Banjir. Bismillah.

BCA KCP DAGO: 7770142274 (kode bank: 014) atas nama Jimmy Wahyudi Bharata

Jika transfer 10rb, tambahkan angka 777. sebagai kode donasi untuk pembelian biopori ini.

Konfirmasi via SMS atau WA ke 0816625923 dengan contoh sms konfirmasi:

Biopori#KaylaDhafin#Samarinda#10500#BCA#18-Juni-2016

Info : 0816625923 (CALL/WA/SMS)

Patungan Alat Biopori

Peminjaman Alat Biopori

Untuk wilayah kota-kota berikut, alat biopori bisa dipinjamkan. Silakan menghubungi dgn whatsapp :

  1. Jakarta – 0816625923
  2. Samarinda – 08164517281

Semoga cara mengatasi banjir menggunakan biopori ini bermanfaat!

Baca juga : toko bunga samarinda