fbpx

Pa Kerja Cari Susu

Setelah mengajak keluarga berkeliling kota Bandung, malam itu Kayla putri sulungku yang berusia 2 tahun ingin dimanja dipangkuanku. Aku biasa memanggilnya dengan panggilan Kakak. Mungkin ia tahu kalau besok pagi aku harus kembali ke Jakarta dan akan ditinggal selama seminggu lagi, pikirku.
“Kak, besok Pa berangkat kerja ya ke Jakarta. Kakak yang pinter ya.. sama ade Dhafin
“Ngga!” si Kakak menyahut sambil menggelengkan kepalanya.
Istriku datang sambil bertanya padaku kenapa Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya. Akupun menjelaskan.
“Pa kerja dulu, cari uang buat beli susu.Juga nabung buat sekolah Kakak ama Ade Dhafin”
Kali ini ia berhenti menggeleng pertanda mengerti.
Pagi hari pun tiba, kening dan pipi kedua anakku kucium dgn lembut. Singkatnya aku pamit dengan istri dan bapak ibu mertua.
Dalam perjalanan ke Jakarta aku menerima sms dari istri,isinya “Kakak bangun, liat kiri kanan cari papa, terus langsung bilang Pa kerja cari susu, padahal Ma belum bilang kalo Pa dah berangkat”

Tukang Tipu di Angkot

Waktu itu saya bersama keluarga sedang mencari bahan DVD kosong beserta atributnya untuk pesanan multimedia suatu sekolah. Biar waktunya efektif, istri saya belanja di Carrefour Mangga Dua sedangkan saya berencana ke Glodok. Saya naik dari jalan antara Carrefour dan WTC Mangga Dua.

Nah, Ceritanya diawali ketika saya naik angkot – angkutan kota –yang di dalamnya sudah ada 5 penumpang di sana, cowok semua. Saya duduk di posisi persis di belakang sopir. Tidak ada kecurigaan sama sekali di hati saya ketika  seorang bapak tua yang berbaju hem putih membuka pertanyaan.

“Asep tadi naik busway bareng ya, dari kampung melayu, kan?” kata penumpang I yang duduk di dekat pintu membelakangi sopir.

“Iya!” jawab saya singkat dan tidak memperhatikan mata si bapak. Mungkin karena saya baru trauma mendengar cerita rekan saya yang dihipnotis, pembicaraan sengaja saya batasi. Penumpang II yang duduk persis di samping saya membawa amplop lebar. Ia hanya diam. Rupanya kantong celana kiri samping saya sudah mulai dirogoh oleh penumpang III yang duduk di samping kiri sejajar penumpang kedua deretan kanan. Penumpang II membantu menutupinya dengan amplop di atas saku celana saya. Sehingga saya tidak bisa melihat. Saya masih belum curiga.Ada yang bilang, ”Kiri!” penumpang IV mulai beraksi. Ia memberi uang seribu dan lima ratus koin dari arah belakang pak Sopir. Saya melihat karena tepat di depan saya tangannya. Seketika itu juga uang koin lima ratus jatuh persis di dekat kaki saya. Saya melihat posisi jatuhnya ada dimana. Sementara penumpang IV rupanya nekat mengangkat kaki kiri saya mungkin maksudnya ingin mengalihkan perhatian, sementara saku saya pun tetap dirogoh oleh penumpang III. Sejak kaki saya diangkat, saya mulai curiga dengan kantong celana kiri saya kok ada yang gerak-gerak. Saya ingat ponsel saya ada di kantong celana kiri saya. Langsung saja saya minta berhenti pada sopir angkot dan bergegas turun. 

Tip Trik:

  1. Berdoa mohon perlindungan kepada yang Maha Kuasa
  2. Jangan layani serius pembicaraan orang yang belum Anda kenal
  3. Kalau Anda menyimpan ponsel di kantong celana, keluarkan baju kaos atau hem Anda, gunakan baju yang menutupi kantong samping celana Anda
  4. Jangan teriak copet atau maling ketika Anda mengetahui Anda ’terjebak’ dalam permainan sang copet. Tenangkan diri, baca doa-doa sambil mencari akal untuk menghindarinya. Kalau perlu, langsung saja teriak ”KIRI BANG!” dengan suara lantang…
  5. Setelah turun, perhatikan penumpang yang seangkot dengan Anda apakah ikut turun? Carilah tempat yang lebih aman.
      

Cerita tentang Adik #1 Cincin

Cerita tentang adik. Aku anak tertua dari empat bersaudara: Jimmy, Denny, Sukma dan Uppy. Tiga cowok dan satu cewek. Dari kecil kami dibesarkan  di Samarinda dengan selisih umur dengan adik-adikku Denny – 1 tahun, Sukma – 8 tahun dan Uppy – 9 tahun. Adikku yang terakhir sudah berpindah ke alam yang berbeda. Uppy meninggal ketika berumur 3 hari karena lahir prematur. Namun kami tidak menyesali, pasti ini suratan ilahi dan kami meyakini satu hari nanti Allah swt akan mempertemukan kami semua di sana. Allah swt pasti punya cerita dan skenario lain untuk kami dan kita semua yang pernah kehilangan orang-orang tercinta.

Cerita nya dimulai ketika aku menjelang lulus SMP, aku bersiap untuk pindah sekolah ke luar kota. Saat itu Sukma yang suka nonton Superman dan maen robot-robotan masih duduk di kelas 5 SD. Sedang getol-getolnya ia membuat prakarya, tugas dari guru di sekolahnya. Menurutku karyanya cukup unik, guru ketrampilannya mengajar cara membuat prakarya dari manik.

Singkat cerita nya, kami sudah berada di bandara Balikpapan berserta seluruh keluarga: mama, abah dan adik-adik yang turut serta. Waktu keberangkatan pun telah tiba, ada satu pengumuman agar penumpang memasuki pesawat lewat pintu yang sudah tersedia. Aku pun berdiri, pamit dan bersalaman.
Sukma, adikku memberiku kotak kecil, “Mas, ini dibawa buat Mas … ”
Aku terdiam, tidak menyangka ia menyiapkan kado kecil untukku, “Makasih, De!”.
Segera aku berbegas berjalan menuju pesawat yang sudah bersiap untuk berangkat.

cerita cincin superman

cerita cincin superman

Di pesawat aku buka kado kecil itu, isinya cincin manik bertuliskan huruf ‘S’ inisial nama Adikku – Sukma – dengan style logo Superman kesukaannya. Aku pasang cincin itu di jari manisku, sambil terbayang dan merindunya hatiku saat itu.

Note Cerita tentang Adik

Cerita ini saya tulis ulang di buku Tuhan Tidak Tidur, terbitan Quantum, Gramedia. Banyak perjalanan hidup saya selama ini terasa sia-sia dan banyak dosa. Namun Tuhan Tidak Tidur, senantiasa Allah swt memberikan petunjuk dan petunjuk. Kalau saya belum tergerak untuk berbuat kebaikan, itu karena hati saya yang penuh dosa. Alhamdulillah, ternyata Allah Maha Sayang .. Allah senantiasa membalas apa yang sudah kita buat. Satu kebaikan dibalas 10 kebaikan, satu keburukan dibalasnya dengan 1 balasan.. Selamat mengarungi hari-hari-Nya yang penuh rahmat dan hidayah ..

Angka Cantik di 09 – 09 – 09

Dalam perjalanan pulang ke Tanjungsari, Ira istriku bercerita tentang idenya yang menurutku belum pernah dipikirkan oleh orang.

“Mas, sekarang tahun ini banyak orang nikah di angka cantik ya?” istriku membuka perbincangan”.
“Iya, kenapa?”, tanyaku penasaran.
“Tahun depan masih ada angka cantik, 2008. Nah, dua tahun ke depan juga masih ada cantik. Tapi kalo married kan sudah umum… ”
“Hmm…” aku terus mendengarkan sambil menyetir mobil vw hijau.
“Mas tau kan, kalau usia kandungan itu menurut ilmu kedokteran dan kebanyakan orang adalah 9 bulan dan 10 hari. Nah, gimana kalau angka cantik itu bukan hanya buat pernikahan, tapi kelahiran? ”
“Lho, gimana caranya?”
“Yaa, diusahakan donk .. jadi “bikin”-nya itu di tanggal 31 Desember 2007, pas malam tahun baru 2008. Kalau jadi pas malam itu, maksudnya pertemuan sperma dan ovum kan prosesnya bisa 9 bulan 10 hari?”
Aku tersenyum menyambut ide istriku yang cemerlang, “Wah, iya yah? Jadi… , mau tiga nih???” tanyaku lagi.

28 Kali Miss Call

Bangun tidur, aku dikagetkan dengan suara pintu yang digedor. Jam di dinding menunjukan pukul 5 pagi.
“JIMM! …, JIMMY!”, teriakan suara dari pintu depan. Aku terburu-buru jalan menuju arah depan sambil mengucek-ngucek mata.
Begitu pintu kubuka, ”Wah! Kamu baru bangun, toh .. syukurlah. Ta’ kiro ada apa-apa?”, mas Dian sepupuku terlihat lega sambil menenteng helmnya. ”Ya, sudah. Bapakmu nelpon berkali-kali, telpon balik dulu sana, gih”. Mas Dian langsung pamit balik dengan motornya. Aku bergegas mencari ponselku yang masih tergantung di luar kamar dalam saku jaketku. Astagfirullah …  28 kali misscall rupanya ponselku berdering. Usut punya usut, ternyata suara ponsel dalam jaket yang lumayan tebal menyebabkan suara ringtone-nya ngga kedengaran sampai kamar. Langsung beberapa pesan yang masuk kubaca:

Read the rest of this entry »

Page 70 of 71« First...102030...6768697071
Call Me