Jimmy Wahyudi Bharata on November 11th, 2011

bekatul dr liem“KRING!” suara ponsel Lestari berbunyi.

“Selamat siang Ibu, jual bekatul dr liem?” dari ujung penelpon suaranya bertanya terdengar santun.

“Maaf bu, saya adanya bekatul dengan label Naturefarm”, jawab ibu Lestari.

“Oo, bekatul naturefarm apakah sama dengan kandungan bekatul dr liem? Boleh ibu jelaskan bagaimana bekatul itu dan kandungan bekatul itu apa saja?”

“Iya sama Bu, bekatul ini  selama ini memang bekatul padi sebagai hasil samping penggilingan padi” jelas Lestari. Kemudian ia menjelaskan pula detil kandungan tersebut bahwa pernah direkomendasi pula oleh Food and Nutrition Board’s Dietary, bahwa kita setidaknya membutuhkan 2,4 mikrogram vitamin B12 setiap hari atau kira-kira setara dengan konsumsi tiga ons daging sirloin. Makanan-makanan lain yang kaya akan kandungan vitamin B12 termasuk di antaranya ikan, kerang, hati, daging unggas, susu, telur, dan bekatul.

“Ibu, boleh dijelaskan  berkaitan dengan kasiat bekatul ini,” ia bertanya lagi.

Kemudian Lestari menjelaskan, bahwa hasil penelitian dari dr liem yang memelopori penelitian bekatul pertama kali. Setelah penelitiannya berhasil, ia semakin yakin dengan kasiat bekatul. Sejak itu ia tak ragu lagi meresepkan buat pasiennya. Dalam meresepkan bekatul, ia memperlakukannya sebagai makanan fungsional. Bekatul dikonsumsi setiap hari seperti beras. Bukan sebagai “obat” yang dihentikan ketika keluhan penyakitnya sembuh. Saat meresepkannya pun, dr liem punya satu prinsip “apa pun jenis penyakitnya, obat dari dokter tetap harus diminum.”

Selama lebih dari seperempat abad menjadi dokter, ia mengaku tidak terhitung berapa kali meresepkan bekatul untuk aneka jenis penyakit yang ada. Ia pernah tiga kali menangani pasien penderita basedov, pembesaran kelenjar gondok akibat hiperfungsi tiroid atau hypertiroid. Selain kasus-kasus di atas, Liem juga pernah meresepkan bekatul untuk kasus hipertensi, koleseterol tinggi, jantung koroner, hingga kegemukan.

“Terima kasih ibu Lestari, atas penjelasannya” tutup ibu itu. Lestari gembira ia bisa menjelaskan dan menjawab pertanyaan konsumen tentang bekatul dr liem.

Jimmy Wahyudi Bharata on November 11th, 2011

Permainan Anak

Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dilakukan oleh anak, mereka bermain tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak, dan juga apa saja macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak ?

Menjadi tantangan kami sebagai orang tua untuk memilihkan permainan anak. Sepintas memang hal ini menjadi sepele, namun berdampak sangat berarti nantinya dalam perkembangan sampai mereka beranjak dewasa. Banyak alternatif permainan yang membuat anak menjadi lebih kreatif dan menanamkan hal yang positif untuk diri si kecil. Salah satunya adalah Paper Craft aktivitas menggunting, melipat dan menempel menjadi kegiatan yang banyak digemari anak.

Kami menemui situs yang kreatif membuat model binatang yang bahannya terbuat dari kertas. Cukup aman jika kita hadirkan untuk anak berusia 4-6 tahun. Untuk mendownloadnya silakan ke link berikut :

http://www.yamaha-motor.co.jp/global/entertainment/papercraft/

Setelah itu tugas kami mendownload-nya satu persatu. Banyak jenis bentuk dari permainan paper craft di sini. Kita dapat pilihkan sesuai bentuk kesenangan anak. Selamat bereksplorasi dan semoga bermanfaat.


Jimmy Wahyudi Bharata on November 10th, 2011

bekatul dr liemBerikut ini kisah perjalanan dr Liem yang mempromosikan bekatul kepada pasien-pasiennya.

Ternyata pasien yang datang berobat ke dr Liem pun juga merasakan kasiat bekatul. Seperti Zaenal, 67 tahun, warga Muararajeun, Bandung, sempat mengalami gangguan ginjal, kini kesehatannya mulai membaik setelah rajin makan bekatul. Begitu juga Ny. Nani, 58 tahun, warga Kiaracondong di kota yang sama. Sesudah mengkonsumsi bekatul, penyakit gondoknya menghilang. Ny. Neneng, penduduk di Cicadas, Bandung, memiliki pengalaman yang serupa. Ayahnya menderita penyakit tekanan darah tinggi mulai membaik setelah makan bekatul seperti yang disarankan dr Liem. Belakangan, ia dan suaminya pun ikut mengonsumsi bekatul dr liem ini secara teratur. Dengan malu-malu, wanita separuh baya itu mengakui, bekatul telah mendongkrak kemampuan seksual suaminya.

Pengalaman lainnya diungkap oleh Ny. Ai Herawati, 58 tahun, asisten dr Liem, yang mulai rutin mengonsumsi bekatul sejak 2002. Tradisi baru itu bermula dari serangan jantung ringan yang dialaminya. Saat serangan terjadi, ia jatuh pingsan. Setelah dirujuk ke dokter spesialis jantung, ketahuan kalau Ai mengalami penyempitan pembuluh darah jantung. Begitu penyakitnya diketahui, Liem memaksa Ai mengkonsumsi bekatul dr Liem yang diseduh dengan air panas di samping menenggak obat-obatan untuk jantung. “Rasanya kesat di tenggorokan,” kata Ai.

Meski awalnya terasa aneh di lidah, toh Ai meneruskan perintah dr Liem. Suatu hari, ibu empat anak ini kemudian menjalani pemeriksaan elektrokardiogram untuk kelima kalinya. Setelah alat pendeteksi fungsi jantung itu bekerja, muka dokter spesialis jantung yang merawat terkejut. Ai kontan panik. “Tambah parah, ya, Dok?” ujarnya. Ternyata, dugaannya meleset. Dokter terkejut lantaran penyempitan pembuluh darah jantung Ai sudah membaik dan kembali normal. Bagi sang dokter, kasus yang dialami Ai terbilang istimewa dan sangat jarang dijumpai. Meski pemberian bekatul terbukti membantu penyembuhan beragam penyakit, Liem tak mau gegabah menyebut bekatul sebagai obat. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1959 itu lebih sreg menyebut bekatul sebagai makanan sehat tambahan dengan nilai gizi tinggi. Ia mengambil sikap seperti itu untuk menghindari pertentangan dengan koleganya sesama dokter. “Sekalipun saya tahu (bekatul) itu obat, tapi kalau dikatakan obat, saya disalahkan,” katanya.

Pemanfaatan bekatul oleh dokter Liem disambut baik oleh Profesor Tien R. Muchtadi, guru besar dan peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Menurut dia, gizi dalam bekatul memang sangat tinggi, termasuk vitamin B-nya. Bahkan lemak yang terkandung dalam bekatul adalah lemak baik (HDL), bukan lemak jahat (LDL). Dengan kandungan seperti itu, tak aneh jika bekatul punya efek penyembuhan untuk sejumlah penyakit. “Saya mendukung sekali kalau dokter-dokter mau mengangkat hal-hal seperti itu,” katanya.

Kini pasien Liem terus bertambah. Meski resminya ia buka praktek pukul 14.00-20.00 WIB, pasien harus rela mendaftar dan mengambil kartu sejak pagi. Tak jarang, satu jam sebelum jam prakteknya berakhir, secarik kertas yang berisi pengumuman tak lagi menerima pasien baru sudah dipasang di pintu. Ai Herawati menyebutkan, setiap bulan lebih dari lima kuintal bekatul habis dibeli pasien. Dalam sehari, pasien cukup mengkonsumsi 30 gram bekatul, sehingga satu kemasan itu bisa dipakai untuk 20 hari. Untuk mendapatkan bekatul silakan hubungi blog irajimmy.com.

Dwi Wiyana, Ahmad Fikri (Bandung)

Judul Asli Dokter Bekatul dari Bandung

Sumber :

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2005/10/10/KSH/mbm.20051010.KSH116841.id.html

Jimmy Wahyudi Bharata on November 10th, 2011

bekatul dr liemAwalnya bekatul dr Liem yang dikenal lebih dulu. Dr Liem membuka praktek di Jalan Ahmad Yani, Bandung, nama lengkapnya dokter Liem Tiong Tjing. Ia  memiliki kebiasaan unik. Tak hanya memberikan resep obat produk perusahaan farmasi, lelaki 78 tahun ini juga selalu menganjurkan pasiennya membeli sekantong plastik bekatul. Kebetulan, apotek di dekat tempatnya berpraktek selalu menyediakan tepung yang berasal dari kulit gabah bagian dalam itu.

Resep andalan itu telah lama diterapkan. “Sudah lebih dari 20 tahun saya memakai bekatul,” kata dr Liem. Ia menyebut buku The Merek Index edisi ketujuh yang diperolehnya pada 1975 sebagai bacaan awal yang membuatnya ia menjadi tertarik menggeluti bekatul.  Keseharian, bekatul dr liem ini didapat dari proses penggilingan gabah dengan mesin atau dengan lesung kayu seperti yang dulu banyak dilakukan orang pedesaan untuk menghasilkan beras. Bekatul adalah serbuk halus berwarna cokelat kemerahan. Selain itu, ada dedak, serbuk yang lebih kasar, yang berasal dari kulit gabah bagian luar. Hingga kini, bekatul maupun dedak lebih banyak digunakan untuk pakan ternak seperti ayam.

Liem menjadikan bekatul sebagai suplemen makanan alami di luar obat-obatan modern. Menurut bekas dokter tentara dengan pangkat terakhir letnan kolonel ini, bekatul bisa menyembuhkan penyakit kencing manis, kanker, tekanan darah tinggi, serangan jantung, asma, stamina loyo atau libido seksual laki-laki yang menurun. Soalnya, dedak lunak tersebut mengandung vitamin B15. Selain vitamin ini, bekatul juga mengandung zat-zat penting lain untuk tubuh seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan serat kasar (dietary fibres).

Sejumlah penelitian dan percobaan di luar negeri juga telah membuktikan, vitamin B15 membantu penyembuhan berbagai penyakit. Bahkan penemunya, Dr. E. Krebs, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, menyebutkan, vitamin B15 bisa menyembuhkan kanker.

Tak sekadar membaca buku referensi, Liem pernah menjadikan tubuhnya sebagai bahan percobaan. Tiap hari ia mengkonsumsi 20 gram bekatul mentah dicampur susu, teh, atau kopi. Hasilnya, buang air besar menjadi lancar, dari dua hari sekali menjadi dua kali sehari. Selain itu, tuturnya, “Stamina jadi tambah kuat dan tidak lekas capai saat berolahraga.” Saat masih aktif sebagai tentara, Liem juga pernah melakukan uji coba pada 200 siswa sekolah calon perwira TNI AD di Bandung. Para prajurit juga mengakui bahwa badan mereka terasa lebih fit dibanding sebelumnya.

Jimmy Wahyudi Bharata on November 5th, 2011

bekatul vs penyusutan otakTidak sengaja menemukan artikel kesehatan tentang manfaat bekatul yang lain, ternyata baik untuk mencegah penyusutan otak. Berita selengkapnya dapat dibaca pada artikel berikut ini :

SRIPOKU.COM — Para penelitian dan  ahli di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ada hal yang menyebabkan ukuran otak manusia bisa menyusut. Seperti dilaporkan dalam jurnal Neurology, salah satu penyebab penyusutan otak adalah defisiensi kronis vitamin B12.

Mereka mengungkapkan -para ahli di Rush University Medical Center, bahwa otak dapat menyusut karena kekurangan vitamin B12 kronis dapat menyebabkan penurunan memori sehingga menyebabkan berkurangnya massa otak pada orang dewasa.

Read the rest of this entry »

Jimmy Wahyudi Bharata on November 1st, 2011

dr liemdr Liem pada tahun 1976 mengadakan penelitian. Dilakukannya pada kurang lebih 30 orang siswa, atau 1 pleton di Sekolah Calon Perwira Secapa Bandung.

dr Liem ini merupakan dokter militer. Dokter-dokter dari bagian biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran membantu mengadakan pengawasan terhadap penelitian ini. Dr Liem menambahkan bekatul sebagai makanan tambahan kepada pasukan dengan jumlah 30 siswa tersebut. Hasilnya, mereka menjadi lebih sehat pada saat proses seleksi.
Di tahun 1979, dr. Muchsin Doewes dari Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret melakukan percobaan pada tikus yang diberi bekatul. Diperolehlah hasil yang menakjubkan, dimana konsumsi bekatul sangat baik untuk kesehatan hati. Selain itu, bekatul lebih baik baik dari vitamin B15 sintetis karena terdapat zat-zat lain yaitu karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15) dan dietary fiber (serat pencernaan) yang menghasilkan efek lebih baik.

Dianjurkan untuk mengomsumsi 30 gr atau 2 sendok makan bekatul ini setiap hari, badan agar tetap fit dan tidak lekas lelah.

Di blog ini Bapak/Ibu dapat memperoleh bekatul yang sudah tersedia dalam kemasan dengan brand Bekatul Naturefarm.

Insya Allah, bekatul Naturefarm yang memiliki banyak manfaat ini, seperti:
mengaktifkan sirkulasi darah, memperbaiki saluran pencernaan,memperkuat, lambung, menambah nafsu makan, membantu mengatasi asam urat, membantu mengatasi kolesterol, membantu mengatasi hipertyroid,  mencegah masuk angin,  menghangatkan tubuh,

Beberapa merk  varian produk bekatul ini cukup banyak, ada bekatul dr liem, Previt, Naturefarm dan lain-lain. Untuk mendapatkan Bekatul Naturefarm, silakan hubungi agen bekatul yang ada  di berbagai kota, dapat dilihat di samping blog ini. Semoga bermanfaat.

Jimmy Wahyudi Bharata on October 29th, 2011

Perjalanan Ke MadinahTIBA DI JEDDAH.. Pesawat kami mendarat di bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sekitar pukul 02.00 dini hari. Tak bisa kami lukiskan perasaan kami saat itu, bahagia campur haru menjadi satu.

Kami tertinggal dengan rombongan, karena kami membawa dua orang balita dan menemani satu orang nenek yang sudah lanjut usia. Mbah Karsiyem namanya. Nenek itu sendirian. Anaknya menitipkannya kepada keluarga kami saat masih di Yogya, sebelum keberangkatan. Namun semangatnya luar biasa. Read the rest of this entry »