Kultwit Ust. @syarifbaraja

Kultwit Ust. @syarifbaraja

1. Saya mau share khotbah jumat tadi siang, khatib membahas pertanyaan: kenapa manusia orang berbuat jahat?
2. Kenapa orang melanggar larangan Allah? Kenapa manusia meninggalkan perintah Allah?
3. Khatib membawakan jawabannya dari Al Qur’an… Yang memang lengkap membahas manusia. Kita aja yg kurang menelaah.
4. Jawabannya ada di surat yg akrab dg kita, sering kita baca, ada di juz 30/ juz amma.
5. Ada di surat Al Muthaffifin, ancaman bagi mereka yg selalu mengurangi timbangan.6. Lihat Al Muthaffifin ayat 4-6: apa mereka tidak tahu bhw mereka akan dibangkitkan di hari kiamat?
7. Apakah mereka tidak merasa akan dibangkitkan menghadap Allah, yang tahu segala perbuatan manusia?
8. Apa mereka merasa bahwa tidak ada pembalasan? Itulah pemberitahuan Allah, berbentuk pertanyaan.
9. Itulah yg membuat mereka mengurangi timbangan, yaitu merasa aman dari pembalasan. Aman dari hari kiamat.
10. Merasa bahwa perbuatannya tidak akan dibalas di hari kiamat. Merasa tidak ada konsekuensi.
11. Mengurangi timbangan termasuk kategori melanggar perintah Allah, dan menzhalimi orang lain.
12. Itulah sebabnya, karena tidak takut pembalasan. Mengira bahwa perbuatan kita tidak dibalas, tanpa konsekuensi.
13. Jika kita perhatikan, surat2 pendek di juz amma banyak memuat peringatan ttg hari akhir.
14. Banyak surat2 pendek juzz amma turun di Mekkah, sebelum hijrah ke Madinah.
15. Surat2 pendek itu menanamkan keimanan pada hari pembalasan, yang menjadi pondasi keimanan, pondasi Islam.
16. Dan surat2 pendek itu mudah dipelajari. Mudah dihafal.
17. Surat kedua, yang menjawab pertanyaan tadi, adalah surat Al Ma’un.
18. Allah membuka surat Al Ma’un dg pertanyaan: apakah kamu tidak MELIHAT orang yg mendustakan agama?
19. Perhatikan kata melihat, artinya melihat dengan mata. Bisa kita lihat. Bisa kita saksikan.
20. Apa ciri2 yang nampak dari orang yang tidak percaya pada hari pembalasan?
21. Mereka itu menghardik anak yatim, dan tidak mengajak untuk memberi makan anak yatim.
22. Padahal Allah memerintahkan sebaliknya, memuliakan anak yatim, dan memberi pada kaum miskin.
23. Itulah, penyebab mengurangi timbangan dan tidak “saleh sosial” adalah satu: tidak percaya pembalasan Allah.
24. Perhatikan lagi, saleh sosial di sini adlh karena beriman pada Allah, beriman pd pembalasan
25. Sekali lagi, karena beriman pd Allah, pada pembalasan, BUKAN karena kemanusiaan.
26. Ayat2 Al Qur’an begitu banyak berbicara tentang hari kiamat. Terutama surat2 pendek.
27. Ayat2 itu menanamkan keimanan pada hari kiamat, iman pada pembalasan.
28. Apakah firman Allah adalah sia-sia tanpa guna?
30. Ayat-ayat itu menanamkan keimanan dalam dada. Maka jangan hanya dibaca dengan mulut saja. Hati ikut baca.
31. Harus dibaca sambil direnungi dan diresapi dengan hati. Agar iman bertambah.
32. Iman di dada bertambah, akibatnya amal pun bertambah, Allah pun ridho dan mencurahkan rahmat.
33. Surat-surat pendek, bukan surat milik anak-anak TPA saja. Tapi buat semua hamba Allah.
35. Apalagi jika tadabbur dilakukan dalam shalat. Semakin dahsyat.
36. Mari kita tadabbur Qur’an. Mulai dari surat2 pendek dulu. G susah koq.
37. Surat-surat pendek, makna-maknanya juga pendek. Mudah dihafal.
38. Mudah mengambil pelajaran dari surat-surat pendek.
39. Allah menjadikan Al Qur’an mudah dipelajari. Tapi,
40. Bisa dipelajari, diambil pelajaran, bagi mereka yang mau. Sudahkah kita? Jawab di hatimu.

Incoming search terms:
syarif baraja -

Jika artikel ini bermanfaat, silakan klik icon sharing di bawah ini.
Semoga membawa banyak kebaikan dan keberkahan untuk kita semua. Terima kasih..

Related posts:

  1. Kultwit @Yusuf_Mansur – #khanza
  2. Kultwit @Yusuf_Mansur – #La hawla wala quwwata illa billah
  3. Kultwit @Yusuf_Mansur – #Sholawat 1
  4. Kultwit @Yusuf_Mansur – #Ummul Istighfar
  5. Kultwit @Yusuf_Mansur – #kehalang

Kultwit Ust. @syarifbaraja

Leave a Reply