Indonesia dan Shaf Terdepan

Indonesia dan Shaf Terdepan

Shaf Terdepan

Shaf Terdepan

Beberapa hari lalu, ustadz Yusuf Mansur mengajak usaha patungan di twitter. Judul hastag-nya unik, coba lirik #patunganusaha di bawah berikut ini nanti.

Kalau saya sendiri menyimak, perekonomian di negeri ini benar adanya roda ekonomi banyak dikuasai oleh bangsa asing. Pemilik modalnya bangsa asing. Trus, keuntungannya pun digiring untuk bangsa asing. Lha, kita? kue-nya cuman secuil.

Perhatikan saja, dari yang terdekat dari sekitar kita atau keluarga kita sendiri. Handphone bermerk sampai abal-abal, komputer, motor, mobil, mainan, tempat makan yang serba instan, pabrik elektronik, pabrik susu juga hehehe 🙂

Kekayaan alam pun demikian, kita yang punya.. malah orang lain yang mengelola. Sedih ngga tuh?

Satu kali saya menyimak diskusi teman saya si A yang melontarkan pernyataan ketika menuju tempat shalat.
“Saya mau bikin thesis. Judulnya: “Shalat tepat waktu, meningkatkan dan mempengaruhi produktifitas seseorang”.
“Wah! menarik itu.. gimana hasilnya?” tanya saya
si B berkomentar, “Mestinya seorang muslim yang tepat shalat waktunya, itu sangat mempengaruhi”.
“Hasilnya belum, baru mulai..” komentar A.
Si B yang gemar beranalisa berkomentar, “Orang yang memperhatikan waktu shalat saja, akan melatih intuisi kita untuk bervisi dan misi dalam jangka waktu pendek”
“Ya betul, tanpa disadari akan melatih membuat planning yang baik, bikin dia disiplin waktu, karena dia harus bisa ‘menandai’ waktu-waktu tertentu untuk shalat dan itu tidak boleh dilewatkan, karena urusannya sama Tuhan” timpal si A.
“Jangankan shalat, untuk urusan shaf saja, kadang kita malas ambil bagian yang utama adalah terdepan dan berjamaah”, saya berkomentar.
Si B sambil manggut-manggut, “YUP! coba aja perhatiin di mesjid-mesjid, orang malas ambil shaf depan. Padahal itu yang utama, kan?”
“Nah, itu dia.. pasti ada hubungannya kita malas untuk menempati shaf depan! Juga malas berjamaah, semua dijalankan sendiri-sendiri, makanya kita jadi bangsa yang ngga maju-maju, ya?” komentar si A.

Diskusi kami terpaksa terhenti, karena kami akan mengambil wudhu dan shalat 🙂
Semoga kisah di atas membawa hikmah. Hayya allal fallah..

Related posts:

  1. Tas digondol Ketika Shalat
  2. Kode Pos Indonesia

Indonesia dan Shaf Terdepan

Leave a Reply