Bekatul Pakan Ternak vs Yang Dikonsumsi

Bekatul Pakan Ternak vs Yang Dikonsumsi

bekatul pakan ternak vs yang dikonsumsi

bekatul pakan ternak vs yang dikonsumsi

Bekatul Pakan Ternak, itu dulunya dikenal orang sebagai hal yang tidak layak untuk dikonsumsi oleh kita. Namun sebenarnya bekatul itu dibedakan yang sudah diolah dengan proses yang higienis, memiliki kandungan vitamin yang menyehatkan. Kisah ini diawali ketika dr Liem melakukan penelitian dimana diberikan kepada 10 calon perwira di Bandung, ternyata memberikan hasil yang luar biasa. Stamina mereka lebih baik daripada yang tidak mengonsumsi bekatul ini. Bekatul ini awalnya dikenal sebagai bekatul liem. Sebelumnya, bekatul itu dikenal sebagai Bekatul Pakan Ternak . Orang jaman dulu memang kenalnya sebagai  pakan itu, kini menjadi tren Bekatul yang menyehatkan.

Tentu saja pengolahan bekatul itu sendiri memperhatikan standar kesehatan dalam hal pengolahan yang siap dikonsumsi untuk manusia. Bekatul itu secara teknis merupakan produk sampingan dari proses penggilingan padi. Menurut penjelasan Prof. Dr. Made Astawan, seorang ahli teknologi pangan sebagaimana dimuat dalam Kompas.com, bekatul dihasilkan setelah melalui beberapa proses.

Dalam liputan media itu dijelaskan bahwa bila gabah dihilangkan bagian sekamnya melalui proses penggilingan (pengupasan kulit), akan diperoleh beras pecah kulit (brown rice). Beras pecah kulit terdiri atas bran (dedak dan bekatul), endosperm, dan embrio (lembaga).
Endosperma terdiri atas kulit ari (lapisan aleuron) dan bagian  berpati. Selanjutnya, bagian endosperma tersebut akan mengalami proses penyosohan, menghasilkan beras sosoh, dedak, dan bekatul.

Tujuan penyosohan untuk menghasilkan beras yang lebih putih dan bersih. Makin tinggi derajat sosoh, semakin putih dan bersih penampakan beras, tapi semakin miskin zat gizi. Pada penyosohan beras dihasilkan dua macam limbah, yaitu dedak (rice bran) dan bekatul (rice polish).

Dalam proses penyosohan merupakan  penghilangan dedak vs bekatul yang menyatu dengan bagian endosperma beras. Secara keseluruhan kalau kita perhatikan proses penggilingan padi menjadi beras akan menghasilkan 16,28 persen sekam, 6-11 persen dedak, 2-4 persen bekatul, dan sekitar 60 persen endosperma.

Badan Pangan Dunia (FAO) telah membedakan pengertian dedak dan bekatul. Dedak merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang terdiri atas lapisan sebelah luar butiran beras (perikarp dan tegmen) dan sejumlah lembaga beras.
Bekatul adalah lapisan sebelah dalam butiran beras (lapisan aleuron/kulit ari) dan sebagian kecil endosperma berpati. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada proses penyosohan pertama, bekatul pada proses penyosohan kedua.
Mineral yang terkandung pada bekatul tersebut, secara umum memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Kalsium (Ca) bermanfaat mengurangi insomnia, mendukung system saraf dan kontraksi otot, serta mengatur detak jantung dan mencegah penggumpalan darah.
  2. Magnesium (Mg) berguna mengaktikan enzim, berperan dalam produksi energi, formasi protein, dan replikasi sel, serta meningkatkan kelarutan kalsium dalam enzim sehingga bisa mencegah terbentuknya batu ginjal, batu empedu, dan batu saluran kemih. Kekurangan magnesium bisa menyebabkan gangguan mental, kelelahan, serta gangguan pada jantung, kondisi saraf, dan kontraksi otot.
  3. Mangan (Mn) memiiki manfaat sebagai berikut:
    – Berperan dalam beberapa system enzim, terutama enzim yang terlibat dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, dan hormone tiroid.
    – Berperan dalam enzim SOD (super oxide dismutase) sehingga sel tidak mudah rusak.
    – Mencegah epilepsy, mengurangi resiko serangan jantung secara mendadak.
    – Berperan dalam fungsi otak.
  4. Zat besi (Fe) memiliki fungsi sebagai berikut:
    – Berperan dalam mengatur moekul hemoglobin (sel-sel darah merah)
    -Sebagai transportasi oksigen (O2) dari paru ke jaringan dan transportasi CO2 dari jaringan ke paru.
    – Sangat diperlukan selama pekembangan janin, masa reamaja serta selama kehamilan dan menyusui. Kekurangan zat penting ini akan menurunkan daya konsentrasi dan fungsi kekebalan tubuh.
  5. Kalium (K) bersama natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi jantung. Di samping itu juga berfungsi sebagai pengantar pesan saraf ke otot, menurunkan tekanan darah serta mengirimkan oksigen ke otak.
  6. Seng (Zn) sangat penting untuk pertumbuhan sel, sintesis protein, dan pemanfaatan vitamin A.

Artikel bekatul pakan ternak vs yang dikonsumsi ini di adaptasi dari buku terbitan Agromedia Bekatul Makanan Yang Menyehatkan dan situs http://biologipedia.blogspot.com/2013/03/perbedaan-bekatul-dan-dedak.html

Incoming search terms:
bekatul layak untuk dikonsumsi -bekatul untuk pakan ternak -bekatul vs sekam vs dedak -fungsi dedak untuk pakan ternak -fungsi penyosohan -katul polish vs katul dedak untuk ternak -macam - macam manfaat dedak penggilingan padi -persen beras bekatul sekam padi -

Jika artikel ini bermanfaat, silakan klik icon sharing di bawah ini.
Semoga membawa banyak kebaikan dan keberkahan untuk kita semua. Terima kasih..

Related posts:

  1. Manfaat Bekatul untuk Kesehatan – Tepung Mata Beras
  2. Mata Beras Menurunkan Berat Badan
  3. Bekatul Adalah Makanan Sehat Indonesia
  4. Bekatul dr Liem Asal Bandung
  5. Bekatul Liem Yang Dikenal Awalnya Dari Bandung

Bekatul Pakan Ternak vs Yang Dikonsumsi

1 Comment on Bekatul Pakan Ternak vs Yang Dikonsumsi

  1. […] bekatul yang dikenal dulunya sebagai bekatul pakan ternak, ternyata banyak manfaat salah satunya menghindari penyusuttan otak. Artikel bekatul instan yang […]

Leave a Reply