Pa Kerja Cari Susu

Pa Kerja Cari Susu

Setelah mengajak keluarga berkeliling kota Bandung, malam itu Kayla putri sulungku yang berusia 2 tahun ingin dimanja dipangkuanku. Aku biasa memanggilnya dengan panggilan Kakak. Mungkin ia tahu kalau besok pagi aku harus kembali ke Jakarta dan akan ditinggal selama seminggu lagi, pikirku. “Kak, besok Pa berangkat kerja ya ke Jakarta. Kakak yang pinter ya.. sama […]

Continue reading about Pa Kerja Cari Susu

Tukang Tipu di Angkot

Tukang Tipu di Angkot

Waktu itu saya bersama keluarga sedang mencari bahan DVD kosong beserta atributnya untuk pesanan multimedia suatu sekolah. Biar waktunya efektif, istri saya belanja di Carrefour Mangga Dua sedangkan saya berencana ke Glodok. Saya naik dari jalan antara Carrefour dan WTC Mangga Dua. Nah, Ceritanya diawali ketika saya naik angkot – angkutan kota –yang di dalamnya […]

Continue reading about Tukang Tipu di Angkot

Cerita tentang Adik #1 Cincin

Cerita tentang Adik #1 Cincin

Cerita tentang adik. Aku anak tertua dari empat bersaudara: Jimmy, Denny, Sukma dan Uppy. Tiga cowok dan satu cewek. Dari kecil kami dibesarkan  di Samarinda dengan selisih umur dengan adik-adikku Denny – 1 tahun, Sukma – 8 tahun dan Uppy – 9 tahun. Adikku yang terakhir sudah berpindah ke alam yang berbeda. Uppy meninggal ketika berumur 3 hari […]

Continue reading about Cerita tentang Adik #1 Cincin

Angka Cantik di 09 – 09 – 09

Angka Cantik di 09 – 09 – 09

Dalam perjalanan pulang ke Tanjungsari, Ira istriku bercerita tentang idenya yang menurutku belum pernah dipikirkan oleh orang. “Mas, sekarang tahun ini banyak orang nikah di angka cantik ya?” istriku membuka perbincangan”. “Iya, kenapa?”, tanyaku penasaran. “Tahun depan masih ada angka cantik, 2008. Nah, dua tahun ke depan juga masih ada cantik. Tapi kalo married kan sudah umum… […]

Continue reading about Angka Cantik di 09 – 09 – 09

28 Kali Miss Call

28 Kali Miss Call

Bangun tidur, aku dikagetkan dengan suara pintu yang digedor. Jam di dinding menunjukan pukul 5 pagi. “JIMM! …, JIMMY!”, teriakan suara dari pintu depan. Aku terburu-buru jalan menuju arah depan sambil mengucek-ngucek mata. Begitu pintu kubuka, ”Wah! Kamu baru bangun, toh .. syukurlah. Ta’ kiro ada apa-apa?”, mas Dian sepupuku terlihat lega sambil menenteng helmnya. […]

Continue reading about 28 Kali Miss Call